Inilah Arti Musim Bunga Sakura Bagi Orang Jepang

Jepang memang dikenal sebagai negeri sakura yang selalu menunjukan keindahan bunga sakura. Musim sakura di Jepang terjadi pada bulan Maret hingga Mei yang tentu saja sukses berat menjadi hal menarik perhatian para wisatawan di dunia. Tidak hanya wisatawan yang antusias menyambut musim sakura, masyarakat jepang pun sangat antusias menyambut dengan sukacita. Mekarnya sakura menjadi momen berbahagia bagi msyarakat Jepang, mengapa? "Bunga sakura ini hanya mekar satu minggu dalam satu tahun. Jadi kami tidak mau melewatkan, kami merayakannya," kata Executive Director Jakarta Office Japan National Tourism Organization, Hideki Tomioka saat ditemui di Japan Travel Fair di Mal Kota Kasablanka. 


Musim sakura juga menandakan pergantian musim dingin ke musim semi, yang mana menurut Hideki suhu menjadi lebih bersahabat. Jadi tak heran masyarakat Jepang berpiknik ketika musim sakura. "Namanya hanami. Intinya kami makan dan minum saat hanami. Biasa di akhir pekan bersama keluarga atau setelah pulang kantor kami buka tikar, barbeque panggang makanan di bawah pohon sakura," jelas Hideki. Hanami bahkan menjadi sebuah tradisi di Jepang, karena sudah sangat lama dilakukan oleh masyarakat di sana.

Hal lain mengapa musim sakura juga menjadi momen bahagia bagi masyarakat Jepang karena musim semi menandakan hal-hal baru. "Kami merayakan tahun baru tanggal satu Januari, tetapi saat musim semi tiba ini kantor dan tahun ajaran baru sekolah dimulai. Jadi anak-anak banyak yang berfoto dengan teman sekelas berlatar bunga sakura. Kalau musim sakura juga banyak promo makanan di restoran," kata Hideki. Terakhir ia menyarankan bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke Jepang saat musim sakura. " Sakura hanya untuk dipandangi, tidak untuk dipegang," kata Hideki. Dengan kata lain lebih baik jangan mencoba memetik atau menggoyangkan pohon sakura saat berhanami ria di Jepang.
SHARE

About Eka Frasisca

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar