Perusahaan E-Commerce Di China Membuat Anak Muda Melihat Masa Depan Di Pedesaan

Beberapa orang menganggap bahwa kota identik dengan masa depan atau kesuksesan sebuah daerah. Namun, tidak bagi anak-anak muda yang berada di China, masa depan itu tidak harus identik dengan perkotaan. Perkembangan pesat perdagangan digital atau e-commerce yang pesat di China menjadi pembuka jalan kembalinya anak-anak muda Negeri Tirai Bambu dari perkotaan ke pedesaan. Zheng Weiling (32) misalnya, memilih untuk kembali ke desa setelah sebelumnya bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Kota Shenzhen. Kini ia memilih untuk mengelola toko di Desa Leping, Provinsi Zhejiang. Toko bukan sembarang toko.


Toko yang dikelola adalah toko layanan Rural Taobao yang merupakan proyek strategis dari Alibaba Grup, perusahaan e-commerce terbesar di China. Weiling bergabung dengan layanan Rural Taobao pada 2015 silam. Saat perempuan tersebut usianya masih 29 tahun. Alibaba memang merekrut penduduk muda yang melek internet dan teknologi untuk mengembangkan e-commerce di pedesaan. Kini setelah 3 Tahun berjalan, Weiling bisa meraup komisi 6.000 yuan atau Rp 13 juta per bulan. Dengan bekerja di desa, Weiling pun merasa bisa lebih dekat dengan keluarganya di Leping. Selain Weiling, Xu Bingbing (29) warga Desa Bai Niu di Kabupaten Qianchuan, Provinsi Zhejiang juga memilih hal yang sama. 

Ia kini membangun usaha dengan produk kacang kenari di Desa Bai Niu. Bingbing menyakini kehadiran e-commerce bisa membuatnya menatap masa depan dari desanya. Apalagi desanya juga dikenal dengan Taobao Village. "Apalagi hidup di desa bisa lebih dekat dengan orang tua dan biaya hidup disini (desa) tidak semahal di kota," kata dia sambil tersenyum. Bingbing berharap, bisnis kacang kenarinya bisa lebih besar dan dipasarkan dengan merek sendiri. Saat ini nama produknya masih menggunakan merek toko. Saat ini, 600 juta penduduk China tinggal di pedesaan. Sementara itu pengguna internet di pedesaan terus meningkat.



Pada Desember 2017, jumlah pengguna internet di pedesaan mencapai 27 persen dari total pengguna internet di China. Di sisi lain, masyarakat desa juga punya tingkat komsumsi yang tinggi. Oleh karena itu lah pemanfaatkan e-commerce di pedesaan menjadi hal penting di China. Kehadiran layanan e-commerce juga menjembatani jarak kualitas hidup antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.
SHARE

About Eka Frasisca

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar